
Jakarta, perisaihukum.com
Ketua Umum Pengurus Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI), William Sabandar, menegaskan bahwa Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) harus mengambil peran sebagai pengarah moral dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan William saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia masa bakti 2026-2031 yang dipimpin oleh Maruarar Sirait di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026).

Dalam sambutannya, William menyampaikan tiga poin penting terkait hubungan historis GMKI dan PIKI serta peran strategis organisasi tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, GMKI dan PIKI lahir dari rahim perjuangan sejarah yang sama, yakni Indonesia dan gereja. Ia mengingatkan bahwa kedua organisasi memiliki akar sejarah kuat yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa.
“PIKI dan GMKI bukan penumpang di republik ini, tetapi pemilik sah dan pemegang saham Republik Indonesia,” ujar William.

Ia juga mengapresiasi langkah Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, yang selama rangkaian acara pelantikan menempatkan unsur senior dan kader GMKI sebagai bagian penting dalam perjalanan organisasi.
Pada poin kedua, William menyoroti pesan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Jacky Manuputty, yang mengajak PIKI menjadi garam dan terang dunia dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, PIKI harus mengambil posisi sebagai “arsitek moral republik” bersama lembaga-lembaga keumatan Kristen lainnya.
“PIKI bertanggung jawab menyuarakan kebenaran dan menjadi pengarah moral bagi perjalanan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, PNPS GMKI juga menyampaikan dukungan penuh kepada kepemimpinan Maruarar Sirait untuk membawa PIKI semakin berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Kami mendukung dari belakang dan berjalan berdampingan demi Indonesia maju yang kita cita-citakan,” katanya.
Sementara itu, dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum DPP PIKI periode 2026-2031, Maruarar Sirait mengusung tema Melangkah dengan Harapan yang Kokoh. Ia menekankan pentingnya persatuan dan soliditas internal organisasi sebagai modal utama untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Kita ini sudah sedikit, jangan sampai tidak kompak. Harus kompak dulu, baru kemudian menjadi kepala,” ujar Maruarar.
Maruarar menjelaskan bahwa PIKI akan mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup serta perlindungan hak-hak masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya budaya terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai sarana perbaikan organisasi.
Dalam periode kepengurusannya, PIKI menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh 38 provinsi dan sedikitnya 300 kabupaten/kota pada awal 2028.
Acara pelantikan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Muhammad Qodari, Tito Karnavian, Nasaruddin Umar, serta Burhanuddin Muhtadi.
William Sabandar menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen Senior GMKI dan PIKI untuk menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih maju.
“Selamat bekerja kepada Bang Ara dan seluruh pengurus DPP PIKI masa bakti 2026-2031. Mari menjaga semangat ini agar PIKI dan GMKI terus menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia yang dicita-citakan,” pungkasnya.
Report, Jp
