
Bandung Barat, perisaihukum.com
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai membuka kegiatan Kelas Jurnalis HAM bertema Media Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM di Indonesia di Parongpong, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Natalius Pigai menegaskan pentingnya peran media pers dalam pembangunan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.
“Pers diharapkan tidak hanya menjadi pilar demokrasi, tetapi juga menjadi pilar pembangunan peradaban HAM,” kata Pigai.
Pada kesempatan itu, Pigai memaparkan data pengaduan masyarakat ke Komnas HAM sepanjang tahun 2025 yang mencapai 2.796 aduan dugaan pelanggaran HAM.
Institusi yang paling banyak dilaporkan adalah Polri dengan 752 aduan, diikuti korporasi atau perusahaan sebanyak 452 aduan, pemerintah pusat dan daerah 445 aduan, serta individu atau perseorangan sebanyak 309 aduan.
Sementara klasifikasi hak yang paling sering dilaporkan meliputi hak atas kesejahteraan sebanyak 891 aduan dan hak atas keadilan sebanyak 863 aduan. Selain itu, hak atas rasa aman tercatat 269 aduan, hak untuk hidup 134 aduan, dan hak atas kebebasan pribadi sebanyak 71 aduan.
Pigai juga menyampaikan angka kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau menurun dibandingkan periode sebelumnya maupun tahun 2015 yang mencapai 28,51 juta orang.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 tercatat sebesar 75,02 atau meningkat 0,63 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Pigai menegaskan komitmen Kementerian HAM untuk membangun kemitraan strategis bersama media dan insan pers dalam memperkuat demokrasi serta perlindungan HAM di Indonesia.
“Kami ingin membangun kerja sama yang saling mendukung tanpa intervensi, tetap menjaga integritas dan kredibilitas masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah melalui kritik, dukungan, serta penyampaian aspirasi masyarakat.
“Media yang baik adalah media yang mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat kepada pemerintah sekaligus mengakselerasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya.
Pigai juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai bagian dari perkembangan peradaban manusia melalui penyebaran informasi dan pengetahuan.
Report, Jp
