
Ketapang, perisaihukum.con
9 April 2026 – Dalam rangka Dies Natalis ke-40, STT IKAT menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) melalui Workshop Peningkatan Mutu Guru.
Sebanyak 70 guru dari empat kecamatan di Kabupaten Ketapang mengikuti workshop bertema Manajemen dan Kepemimpinan Kelas untuk Meningkatkan Deep Learning dan Multikultural yang digelar pada 8–9 April 2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Singkup, Desa Sukaraja, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara STT IKAT, Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Universitas Pakuan, Kecamatan Singkup, serta alumni STT IKAT di Ketapang. Peserta berasal dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Singkup, Kendawangan, Marau, dan Air Upas.
Workshop dibuka oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang diwakili Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Rajiansyah.
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan guru sebagai manajer sekaligus pemimpin di kelas, serta meningkatkan mutu pendidikan melalui implementasi deep learning dan pendidikan multikultural,” ujar Rajiansyah.
Ketua panitia, Asin, menekankan pentingnya pelatihan luring, khususnya di wilayah Kalimantan yang masih minim kegiatan peningkatan kompetensi guru dengan menghadirkan pakar pendidikan secara langsung.
“Kami bersyukur kolaborasi ini menghadirkan guru besar di bidang manajemen pendidikan yang turun langsung berbagi ilmu dengan guru-guru di daerah,” katanya.

Kepala Desa Sukaraja, Try Setiawan, turut menyampaikan dukungannya terhadap dunia pendidikan.
“Saya merasakan bahwa hanya pendidikan yang mampu mengubah masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Camat Singkup, Daniel Laumakany, yang juga alumni STT IKAT.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa pada 2016 sangat membantu pengembangan kariernya.
“Saya yakin pelatihan ini juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Anggota DPRD Kalimantan Barat, Kasdi, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Karier seringkali terhambat oleh administrasi pendidikan. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting,” katanya.
Dalam sesi materi, Donna Sampaleng menekankan pentingnya growth mindset dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Hanya dengan pola pikir bertumbuh, mutu pendidikan akan meningkat, tentu dengan dukungan manajemen dan kepemimpinan yang kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Rais Hidayat menegaskan bahwa implementasi deep learning membutuhkan integrasi manajemen dan kepemimpinan yang efektif dalam pengelolaan kelas.
Narasumber lainnya, Yuyun Elizabeth Patras, menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sekaligus memberikan contoh konkret manajemen kelas yang efektif.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas guru di daerah serta mendorong pemerataan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Salah satu peserta, Dina Sarpina, guru SDN 10 Air Upas, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang, workshop ini berbeda dan penuh semangat. Harus terus dilanjutkan,” ujarnya.
Rektor STT IKAT Jakarta, Jimmy Lumintang, dalam sambutan yang diwakili Ketua II STT IKAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-40 yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk kegiatan pengabdian masyarakat hingga tingkat internasional.
“STT IKAT hadir untuk menjawab kebutuhan bangsa, dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat manusia melalui pendidikan,” tegasnya.
Report, Jp
