
Jakarta – Bareskrim Polri memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus kematian Jance Zebua yang hingga kini masih dalam tahap penyidikan. Meski berbagai langkah penyelidikan telah dilakukan oleh Polres Nias dengan dukungan Polda Sumatera Utara, pelaku dalam kasus tersebut masih belum berhasil diungkap.
Perkembangan tersebut terungkap dalam pertemuan antara jajaran Bareskrim Polri dengan perwakilan mahasiswa Nias yang tergabung dalam Forum Juang Ononiha (FJO) di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Bareskrim melakukan komunikasi langsung dengan Kapolres Nias untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penyidikan.

Kapolres Nias menjelaskan bahwa penyidikan terus berjalan dengan dukungan penuh dari Polda Sumatera Utara. Tim identifikasi, laboratorium forensik, dan dokter forensik telah diterjunkan guna memperkuat proses pembuktian secara ilmiah.
Menurut Kapolres, sekitar 35 saksi telah dimintai keterangan. Namun hingga kini belum ditemukan saksi yang melihat secara langsung peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban.
“Kendala utama adalah belum adanya saksi yang melihat langsung kejadian. Saat ini kami masih menunggu hasil analisis beberapa telepon genggam serta pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang bukti,” jelas Kapolres.
Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang diduga berkaitan dengan pelaku. Barang bukti tersebut masih menjalani pemeriksaan dan pencocokan di laboratorium forensik.
Selain itu, pada pakaian korban ditemukan rambut yang diduga bukan milik korban. Temuan tersebut masih dalam tahap analisis dan akan dicocokkan dengan sampel pembanding untuk kepentingan identifikasi.
Kapolres menegaskan bahwa proses pengungkapan perkara kini sangat bergantung pada hasil pemeriksaan ilmiah, termasuk analisis forensik dan digital terhadap sejumlah telepon genggam yang telah diamankan.
Dalam forum tersebut, Bareskrim meminta agar penyidikan terus dipercepat. Bareskrim juga meminta identitas penyidik yang menangani perkara beserta nomor kontaknya agar perkembangan penanganan kasus dapat dipantau secara berkala.
Kapolres memastikan perkara saat ini ditangani oleh Polres Nias dengan dukungan penuh dari Polda Sumatera Utara, baik dari sisi personel, peralatan, maupun fasilitas laboratorium forensik. Bareskrim Polri menegaskan akan terus mengawal dan memonitor perkembangan penyidikan hingga kasus tersebut berhasil diungkap.
Sementara itu, Forum Juang Ononiha (FJO) menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan menagih komitmen yang sebelumnya disampaikan Kapolres Nias untuk mengungkap kasus kematian Jance Zebua. Menurut FJO, masyarakat menunggu realisasi janji tersebut melalui pengungkapan pelaku dan penyampaian perkembangan penyidikan secara terbuka.
FJO juga mendesak kepolisian agar bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel serta segera menggelar konferensi pers setelah pelaku berhasil diidentifikasi. Mereka menilai lambatnya pengungkapan perkara telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan memicu berbagai aksi penyampaian aspirasi.
Hingga berita ini ditulis, pelaku dalam kasus kematian Jance Zebua masih belum terungkap. Kepolisian menyatakan proses penyidikan masih terus berlangsung dengan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, analisis barang bukti, serta pendalaman terhadap sejumlah saksi dan barang bukti elektronik.
