
Jakarta, perisaihukum.com
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menawarkan peluang investasi kepada Pemerintah dan pelaku usaha Singapura untuk berpartisipasi dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sejumlah titik strategis ibu kota.
Tawaran tersebut disampaikan Pramono saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Singapura. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi dengan Singapura yang selama ini menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia.
Selain membahas peluang investasi pada sektor transportasi publik dan pengembangan kawasan perkotaan, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai transformasi kota, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan hubungan ekonomi regional.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan Jakarta saat ini tengah memasuki fase penting transformasi menuju kota global yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Untuk mendukung visi tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka ruang yang luas bagi investor asing, khususnya dari Singapura, untuk terlibat dalam berbagai proyek strategis yang akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kota di masa depan.
“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” ujar Pramono, Senin (16/6/2026).
Menurut Pramono, pengembangan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4 merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperluas jaringan transportasi massal yang terintegrasi. Kehadiran jalur baru MRT diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan yang dilintasi.
Selain pembangunan MRT, Jakarta juga terus mendorong pengembangan konsep TOD, yakni kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, pusat bisnis, ruang publik, dan fasilitas transportasi massal. Konsep tersebut dinilai mampu menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan, efisien, serta nyaman bagi masyarakat.
Pramono menilai pengalaman Singapura dalam mengelola sistem transportasi modern dan mengembangkan kawasan perkotaan berbasis transit menjadi nilai tambah yang sangat relevan bagi Jakarta dalam mewujudkan transformasi perkotaan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi, transparansi proses perizinan, serta kepastian hukum bagi para investor.
“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten.
Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama,” katanya.
Pertemuan antara Pramono dan Lawrence Wong juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan yang telah terjalin sejak keduanya sama-sama berkiprah di pemerintahan nasional. Pramono pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, sementara Lawrence Wong menempati sejumlah posisi strategis di pemerintahan Singapura sebelum menjadi perdana menteri.
Pramono menyebut pengalaman panjangnya di pemerintahan pusat memberikan pemahaman yang kuat mengenai sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Hal itu, menurutnya, menjadi modal penting dalam memberikan kepastian kepada investor dan mempercepat implementasi berbagai proyek strategis.
“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor,” ungkapnya.
Kerja sama investasi antara Jakarta dan Singapura diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua pihak, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi kawasan ASEAN. Dengan posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi Indonesia dan Singapura sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di dunia, kolaborasi kedua wilayah dinilai mampu menciptakan peluang baru dalam pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan perkotaan, serta peningkatan konektivitas regional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis dukungan investasi dari Singapura akan mempercepat realisasi berbagai proyek strategis perkotaan sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang modern, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Report, Jp
