
Jakarta, perisaihkum.com
Polisi masih mendalami kasus tawuran antar kelompok warga di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, yang menewaskan seorang warga bernama Nur Hasan setelah tertemper kereta api saat mencoba melerai bentrokan, Selasa petang, 5 Mei 2026.
Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno6 mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi begitu tawuran pecah guna melakukan sterilisasi dan pembubaran massa. Hingga kini aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
“Kami lakukan antisipasi dan penyelidikan,” kata Kompol Sutikno, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, personel Polsek Duren Sawit bersama Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Jakarta Timur turun langsung ke tempat kejadian perkara untuk membubarkan aksi tawuran tersebut.
“Saya bersama personel Polsek Duren Sawit dan TP3 Polres Jaktim semalam ke TKP untuk membubarkan aksi tersebut. Sampai saat ini saya juga tetap jaga posko terpadu,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto menjelaskan tawuran terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara sekitar pukul 18.19 WIB. Bentrokan melibatkan kelompok warga Kebon Singkong dan Cipinang Muara yang dipicu aksi saling serang menggunakan petasan.
“Sekitar pukul 18.02 WIB, anak Kebon Singkong mengarahkan petasan ke arah Jagal RW 010 Kelurahan Cipinang,” ujar Kombes Pol Bhudi.
Di tengah situasi memanas, korban Nur Hasan disebut berupaya menenangkan warga agar tidak terpancing dan meminta mereka masuk ke rumah masing-masing. Namun nahas, korban justru tertemper kereta api saat berada di tengah rel.
“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, korban meninggal dunia setelah mencegah anak-anak RW 010 Cipinang Jagal agar tidak terpengaruh atau melawan aksi penyerangan dari seberang,” kata Kombes Pol Bhudi.
Menurutnya, saat kejadian korban berada di tengah rel kereta ketika dua kereta melintas bersamaan dari arah Jakarta menuju Bekasi dan Jawa.
“Korban meninggal dunia tertemper kereta api karena posisi korban ada di tengah-tengah rel kereta api. Selanjutnya datang dua kereta api bersamaan arah dari Jakarta ke Bekasi dan Jawa,” jelasnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan penyelidikan terkait para pelaku tawuran serta mengimbau masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan segera melapor ke layanan Polri 110 bila menemukan gangguan keamanan.
(Jp)
