
Jakarta, perisaihukum.com
Terminal Terpadu Pulo Gebang menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi Taruna dan Taruni Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengenal lebih dekat sistem pengelolaan terminal penumpang terbesar di Indonesia. Selama kunjungan, mereka memperoleh penjelasan mengenai tata kelola operasional terminal, pelayanan kepada pengguna jasa, hingga fasilitas penunjang yang tersedia untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Tak hanya menerima materi di dalam ruangan, para taruna dan taruni juga melakukan observasi langsung ke berbagai titik pelayanan di kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang. Melalui peninjauan tersebut, peserta dapat melihat secara nyata bagaimana proses pelayanan angkutan antarkota, pengaturan arus penumpang, serta pengelolaan fasilitas publik dijalankan setiap harinya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi riil di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi calon insan transportasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan transportasi publik di masa depan.

Selain memperluas wawasan, kunjungan ini juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengelola transportasi untuk bersama-sama mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang modern, berkualitas, aman, nyaman, serta mengutamakan keselamatan pengguna jasa.
Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Christianto , mengatakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan pengelolaan terminal penumpang secara langsung kepada para taruna dan taruni sebagai calon insan transportasi.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman nyata mengenai sistem operasional terminal, pelayanan kepada masyarakat, serta pentingnya penerapan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam penyelenggaraan transportasi darat. Semoga ilmu yang diperoleh di sini dapat menjadi bekal berharga bagi para taruna dan taruni ketika nantinya mengabdi di dunia transportasi,” ujar Christianto .
Report, Jp
