
DEPOK, perisaihukum.com
Program Wisata Keberagaman yang diselenggarakan Pemerintah Kota Depok menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai kegiatan tersebut perlu dievaluasi, baik dari sisi manfaat program maupun penggunaan anggaran di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian warga.
Warga Pancoranmas, Amsori, mempertanyakan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di luar wilayah Kota Depok. Menurutnya, apabila tujuan program adalah mempererat kebersamaan dan toleransi antarwarga, lokasi wisata yang ada di Depok seharusnya dapat menjadi prioritas.
“Kalau memang tujuannya untuk kebersamaan warga, kenapa tidak memanfaatkan objek wisata yang ada di Depok saja? Banyak setu yang bisa dikembangkan, seperti Setu Pengasinan dan setu-setu lainnya. Selain lebih dekat, dampak ekonominya juga bisa dirasakan masyarakat Depok,” ujarnya, Minggu (21/6).
Amsori juga menyoroti penggunaan anggaran kegiatan yang dinilainya dapat dialihkan untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, bantuan sosial, santunan anak yatim, bantuan pendidikan, maupun dukungan bagi warga kurang mampu akan memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain persoalan anggaran, ia mengungkapkan adanya keluhan dari sejumlah warga terkait mekanisme pemilihan peserta kegiatan. Beberapa warga mengaku tidak memperoleh informasi maupun kesempatan yang sama untuk mengikuti program tersebut.
“Ada warga yang bertanya mengapa tidak diajak ikut. Dari informasi yang saya terima, peserta hanya perwakilan tertentu dan tidak semua warga mengetahui adanya program itu. Hal ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” katanya.
Ia menilai sosialisasi program perlu dilakukan secara lebih terbuka dan transparan agar masyarakat memahami tujuan kegiatan, mekanisme pelaksanaan, serta kriteria peserta yang dilibatkan.
Meski demikian, Amsori menegaskan dirinya tidak menolak upaya pemerintah dalam membangun kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Namun, ia berharap bentuk kegiatan yang dilaksanakan dapat lebih menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Saya tidak menolak program kebersamaan. Hanya saja, jika bentuknya wisata ke luar daerah, saya kurang setuju. Akan lebih baik jika kegiatan dilakukan di Depok atau anggarannya dimanfaatkan untuk program yang lebih dibutuhkan warga,” tandasnya
Report, Tim
