
Jakarta, perisaihukum.com
Di tengah maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pekerja migran nonprosedural, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur mengambil langkah preventif dengan menyasar kalangan pelajar.
Melalui program PIMPASA Goes To School, Imigrasi Jakarta Timur hadir langsung di SMKN 46 Jakarta untuk membekali siswa dengan pengetahuan keimigrasian dan migrasi aman.
Kegiatan yang digelar belum lama itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran hukum generasi muda sekaligus mencegah mereka menjadi korban kejahatan lintas negara yang kerap berawal dari minimnya informasi.
Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai fungsi keimigrasian, pentingnya dokumen perjalanan yang sah, tata cara keberangkatan ke luar negeri sesuai prosedur, hingga berbagai modus perdagangan orang yang menyasar anak muda melalui tawaran pekerjaan maupun pendidikan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi yang sadar hukum dan siap menghadapi era globalisasi.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa kesempatan bekerja atau belajar di luar negeri harus ditempuh melalui jalur yang resmi. Jangan sampai mereka tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan instan, tetapi justru berujung menjadi korban perdagangan orang atau migrasi ilegal,” ujar Pungki dalam keterangan pers, Senin (22/6).
Menurutnya, semakin terbukanya akses informasi dan peluang kerja internasional harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai aturan keimigrasian dan perlindungan diri.
Program tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SMKN 46 Jakarta, Osda Ida Perida Manurung, menilai edukasi keimigrasian sangat relevan dengan kebutuhan siswa yang akan memasuki dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
“Kami menyambut baik kehadiran Imigrasi Jakarta Timur di sekolah. Materi yang diberikan sangat bermanfaat karena membuka wawasan siswa mengenai peluang global sekaligus risiko yang harus diwaspadai. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengambil keputusan yang tepat di masa depan,” katanya.
Selain pemaparan materi, para siswa juga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan petugas Imigrasi mengenai paspor, studi ke luar negeri, hingga prosedur menjadi pekerja migran yang legal dan terlindungi.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Banyak siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi terkait rencana pendidikan maupun karier internasional.
Melalui PIMPASA Goes To School, Imigrasi Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pelayanan keimigrasian, tetapi juga menghadirkan edukasi publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di tengah meningkatnya mobilitas global, program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki pengetahuan yang cukup, memahami risiko yang ada, serta mampu memanfaatkan peluang internasional secara aman, legal, dan bertanggung jawab.
Report, Jp
