
DENPASAR, BALI – Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia yang juga mantan Anggota Komisi Politik dan Hukum DPR-RI, Firman Jaya Daeli, melakukan serangkaian pertemuan dan diskusi dengan sejumlah tokoh pemerintahan, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, praktisi hukum, serta tokoh seni dan budaya di Bali pada akhir Agustus 2026.
Rangkaian pertemuan tersebut menjadi momentum untuk bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis, khususnya terkait pemerintahan daerah, hukum, demokrasi, pendidikan tinggi, kebudayaan, serta dinamika sosial-politik nasional dan daerah.

Salah satu pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, ketika Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban, dengan membahas sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan perkembangan Bali serta dinamika pemerintahan dan kehidupan kebangsaan.
Selain bertemu Gubernur Bali, Firman Jaya Daeli juga berdiskusi dengan Rektor Universitas Udayana (UNUD) Bali, Prof. Dr. Ir. Ketut Sudarsana, S.T., di ruang kerja Rektor, Gedung Pascasarjana UNUD, Kampus Denpasar.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UNUD didampingi sejumlah Guru Besar UNUD yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Wakil Rektor IV. Diskusi membahas berbagai isu yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan tinggi, kehidupan akademik, pembangunan sumber daya manusia, serta kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Bertemu Guru Besar dan Tokoh Konstitusi
Firman Jaya Daeli yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang legislasi dan ketatanegaraan juga bertemu dan berdiskusi dengan Prof. Dr. Dewa Gede Palguna, S.H., M.H., Guru Besar UNUD, Ketua Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, serta mantan Hakim Konstitusi MK-RI.
Pertemuan dengan Prof. Palguna menjadi ruang pertukaran pemikiran mengenai perkembangan hukum tata negara, demokrasi konstitusional, kelembagaan negara, serta berbagai persoalan ketatanegaraan Indonesia.
Firman Jaya Daeli sendiri memiliki pengalaman sebagai mantan anggota DPR-RI dan MPR-RI serta pernah terlibat sebagai Tim Perumus sejumlah undang-undang penting, antara lain UU Kepolisian, UU Kejaksaan, UU Kehakiman, UU Mahkamah Agung, UU Mahkamah Konstitusi, UU Pertahanan Negara, UU Pemerintahan Daerah, UU KPK, dan UU Komisi Yudisial.
Di bidang pendidikan dan kebudayaan, Firman Jaya Daeli juga bertemu dan berdiskusi dengan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Dr. Wayan Adnyana, di kawasan Sanur, Bali.
Pertemuan tersebut turut menjadi forum pertukaran pandangan mengenai seni, kebudayaan, pendidikan, kreativitas, serta posisi strategis kebudayaan dalam pembangunan nasional dan kehidupan masyarakat.
Berdiskusi dengan Pimpinan DPRD dan Tokoh Budaya
Sebelumnya, Firman Jaya Daeli juga bertemu dan berdiskusi dengan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya di Denpasar.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pikiran mengenai perkembangan politik dan pemerintahan daerah, dinamika kelembagaan legislatif, serta berbagai tantangan pembangunan di Bali dalam konteks kehidupan demokrasi dan otonomi daerah.
Di kawasan Sanur, Firman Jaya Daeli juga bertemu dengan Tommy Awuy, mantan akademisi dan dosen senior Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia yang dikenal sebagai penulis, pelukis, seniman, budayawan, dan sastrawan, serta Amalia Ahmad, aktivis perempuan.
Diskusi dengan para tokoh seni, budaya, dan aktivis tersebut berlangsung dalam suasana informal namun substantif, dengan membicarakan perkembangan masyarakat, kebudayaan, demokrasi, kehidupan intelektual, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Keynote Speech pada National Law Forum PERMAHI
Pada waktu yang bersamaan, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERMAHI mengundang Firman Jaya Daeli sebagai pembicara untuk menyampaikan Keynote Speech sekaligus membuka kegiatan National Law Forum.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria juga diundang sebagai pembicara untuk menyampaikan Opening Speech. Sejumlah pembicara lainnya turut hadir dan menyampaikan perspektif serta pemikiran dalam forum yang mengangkat berbagai persoalan hukum dan perkembangan kehidupan kebangsaan.
Keterlibatan Firman Jaya Daeli dalam National Law Forum tersebut melengkapi rangkaian agenda dan pertemuan yang dilakukannya selama berada di Bali.
Serangkaian pertemuan dengan pimpinan pemerintahan, parlemen daerah, pimpinan perguruan tinggi, Guru Besar, tokoh konstitusi, akademisi, seniman, budayawan, dan aktivis perempuan itu menunjukkan luasnya ruang dialog yang dibangun Firman Jaya Daeli.
Dialog lintas bidang tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif pemerintahan, hukum, akademik, politik, seni, budaya, dan masyarakat sipil dalam membaca berbagai perkembangan serta tantangan Indonesia ke depan.
