
Jakarta, perisaihukum.com
Inovasi pelayanan publik kembali ditunjukkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta melalui program Paspor Minggu Ceria (Pasporia) yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Berlokasi di Wisma Keiai, Jalan Jenderal Sudirman, program ini sukses menarik perhatian masyarakat yang tengah menikmati suasana akhir pekan.
Ratusan warga yang datang untuk berolahraga tampak antusias memanfaatkan layanan paspor tanpa harus datang ke kantor imigrasi pada hari kerja.
Suasana pelayanan terlihat berbeda dari biasanya. Masyarakat yang mengenakan pakaian olahraga, bersepeda, hingga jogging dapat langsung mengakses layanan keimigrasian di tengah ramainya aktivitas CFD.
Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), semakin menambah perhatian terhadap program inovatif tersebut.
Saat meninjau langsung lokasi pelayanan, AHY mengaku terkesan dengan konsep jemput bola yang diterapkan Imigrasi Soekarno-Hatta.
“Saya bisa langsung melihat sebuah inisiatif yang sangat baik. Pasporia atau Paspor Minggu Ceria ini memanfaatkan suasana hari Minggu yang memang ramai karena Car Free Day,” kata AHY dalam video di akun IG Dirjen Imigrasi, Senin (22/6).
“Banyak masyarakat yang berlari, berjalan kaki, maupun bersepeda, sehingga ketika layanan ini dibuka, masyarakat bisa langsung menyapa dan sekaligus mendapatkan pelayanan,” lanjutnya.
Menurut AHY, pendekatan pelayanan yang mendekatkan negara kepada masyarakat seperti ini menjadi contoh inovasi birokrasi yang relevan dengan kebutuhan publik saat ini.
“Saya rasa ini adalah inisiatif yang sangat bermanfaat. Pelayanan publik harus terus beradaptasi dengan pola aktivitas masyarakat. Ketika layanan hadir lebih dekat, masyarakat akan semakin mudah mengakses pelayanan yang mereka butuhkan,” ujarnya.
AHY juga menilai konsep pelayanan di ruang publik seperti CFD mampu meningkatkan efektivitas layanan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan Pasporia merupakan bagian dari komitmen Imigrasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut dirancang agar masyarakat tidak perlu mengorbankan waktu kerja hanya untuk mengurus dokumen perjalanan.
“Melalui Pasporia, masyarakat dapat memanfaatkan akhir pekan secara produktif. Mereka tetap bisa berolahraga bersama keluarga sekaligus menyelesaikan kebutuhan administrasi keimigrasian,” kata Galih.
Selain layanan paspor, kegiatan juga diisi dengan senam sehat bersama yang melibatkan petugas imigrasi dan masyarakat. Suasana yang santai dan terbuka membuat pelayanan berlangsung lebih humanis dan interaktif.
Program Pasporia menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang mendapat respons positif dari masyarakat.
Kehadiran layanan keimigrasian di tengah aktivitas CFD dinilai mampu menjawab kebutuhan warga perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi dan keterbatasan waktu pada hari kerja.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Imigrasi Soekarno-Hatta terus memperkuat komitmennya menghadirkan pelayanan yang prima, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dengan konsep “Imigrasi untuk Rakyat”, Pasporia tidak hanya menjadi layanan administrasi biasa, tetapi juga simbol transformasi pelayanan publik yang semakin dekat, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Report, jp
