
Jakarta, perisaihukum.com
Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menandatangani nota kesepahaman tentang optimalisasi pemanfaatan 24.095 unit CCTV dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban umum di wilayah ibu kota.
Penandatanganan dilakukan oleh Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).
Program tersebut menjadi langkah awal integrasi pengawasan berbasis teknologi melalui penggabungan sebanyak 24.095 CCTV dari berbagai sumber, mulai dari BUMD, OPD, sarana lalu lintas Polda Metro Jaya hingga gedung swasta bertingkat lebih dari empat lantai ke dalam satu sistem terpadu.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, sistem tersebut diharapkan mampu mendukung upaya kepolisian dalam menerapkan scientific crime investigation guna mendeteksi, mencegah, dan menindak berbagai tindak kejahatan jalanan seperti begal dan tawuran.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat untuk kita semuanya, tentu dalam hal ini kepolisian untuk mengoptimalkan teknologi guna mengantisipasi kejahatan sekaligus mempercepat respons masyarakat yang membutuhkan pertolongan dari kepolisian,” ujar Asep.
Menurutnya, integrasi CCTV juga akan membantu pengawasan dan pengaturan arus lalu lintas di wilayah DKI Jakarta sehingga personel di lapangan dapat lebih cepat mengambil langkah penanganan situasi.
“Kerja sama ini diarahkan untuk keamanan, ketertiban, dan juga bisa kita gunakan untuk memonitor arus lalu lintas yang ada di wilayah DKI Jakarta. Agar personel di lapangan bisa lebih cepat untuk melakukan reaksi mendatangi lokasi tempat-tempat yang perlu kita datangi dalam hal mengolah situasi kamtibmas, keamanan maupun lalu lintas,” katanya.
Meski demikian, Asep menegaskan pengelolaan sistem CCTV tetap mengedepankan perlindungan privasi masyarakat sesuai aturan yang berlaku. Dasbor pemantauan CCTV juga tidak dibuka untuk umum dan hanya dapat diakses oleh Pemprov DKI Jakarta serta Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut integrasi CCTV tersebut akan memperkuat basis data pengawasan milik Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung program Jaga Jakarta yang dijalankan bersama unsur Forkopimda.
“Kalau kesepakatan program ini dilakukan, maka Jakarta akan semakin punya data lengkap. Dan mudah-mudahan ini akan lebih memperkuat Jaga Jakarta yang selama ini dilakukan bersama-sama antara Pemerintah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya, dan seluruh Forkopimda yang ada di DKI Jakarta,” ujar Pramono.
Report, Jp
