
Probolinggo – PerisaiHukum.com
Warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dibuat heboh dengan penangkapan seorang oknum pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis pil.
Penangkapan tersebut terjadi pada Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 00.12 WIB, dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan Kota di wilayah Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku. Salah satu di antaranya berinisial ADM, yang diketahui merupakan warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. ADM diduga berperan sebagai koordinator atau bagian dari jaringan peredaran pil narkoba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ADM bekerja sebagai penjaga palang pintu perlintasan kereta api di wilayah Nguling.
Selain ADM, tiga terduga pelaku lainnya yang turut diamankan merupakan warga Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Saat dikonfirmasi, pihak Kepolisian melalui perwakilan Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan Kota membenarkan adanya penangkapan tersebut. Keempat terduga pelaku saat ini masih menjalani proses penyelidikan dan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
Sementara itu, tim wartawan PerisaiHukum.com telah berupaya menghubungi Kepala Wilayah Perlintasan Kereta Api Nguling, Ridwan, melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait status kepegawaian ADM. Namun hingga berita ini diterbitkan pada Jumat, 24 April 2026, pihak manajemen KAI belum memberikan tanggapan resmi.
Penangkapan ini mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Curah Tulis. Warga mengaku lega dan berterima kasih kepada aparat kepolisian atas pengungkapan kasus tersebut.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya berharap agar kasus ini dapat terus dikembangkan.
“Kami berharap pihak kepolisian tidak berhenti sampai di sini dan bisa mengungkap jaringan yang lebih besar. Narkoba adalah ancaman serius bagi generasi muda dan harus diberantas hingga tuntas,” ujarnya.
Reporter – H Azhari
