
JAKARTA, perisaihukum.com
Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menekankan pentingnya profesionalisme, digitalisasi, dan pelayanan humanis kepada seluruh personel Korlantas Polri guna mendukung program prioritas Kapolri serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Indonesia.
Dalam arahannya kepada jajaran personel, Irjen Pol Agus mengatakan setiap kebijakan pimpinan harus diterjemahkan menjadi langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kaitannya dengan pencapaian Bapak Kapolri yang selalu saya pedomani untuk bisa menjabarkan lima agenda besar. Kami yakin ketika satu perintah pimpinan, rekan-rekan bisa menjabarkan lebih dari 10 langkah,” ujar Irjen Pol Agus.
Ia menegaskan program “Polantas Menyapa dan Melayani” harus terus diperkuat di seluruh subsektor, mulai dari registrasi dan identifikasi (Regident), penegakan hukum (Gakkum), hingga keamanan dan keselamatan (Kamsel).
Menurutnya, seluruh program tersebut bermuara pada tujuan menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.
Selain itu, Irjen Pol Agus meminta seluruh jajaran terus mengembangkan digitalisasi layanan dan transformasi sistem di lingkungan Korlantas Polri, termasuk revitalisasi Indonesia Safety Driving Center (ISDC), pengembangan konsep Smart City, dan penguatan sistem penegakan hukum berbasis teknologi.
“Digitalisasi di Korlantas ini cukup bagus. Masing-masing satker sudah ada semuanya. Tinggal dimunculkan terus dan ditingkatkan,” katanya.
Korlantas Polri juga memperkuat pendekatan humanis melalui kolaborasi bersama komunitas ojek online, kampus, sekolah, pondok pesantren, serta stakeholder lintas sektor melalui konsep lima pilar keselamatan.
Di bidang penegakan hukum, Irjen Pol Agus mendorong transformasi digital melalui penerapan ETLE, face recognition, dan berbagai sistem modern lainnya.
Ia juga mengapresiasi personel patroli lalu lintas yang dinilai mampu menjalankan tugas secara humanis dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.
“Kalau ada personel yang punya potensi dan bekerja dengan baik, itu harus dikelola dan diapresiasi. Karena tidak semua orang bisa melakukan itu,” pungkasnya. (Jp)
