
GARUT, perisaihukum.com
Satuan Lalu Lintas Polres Garut menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang transparan, cepat, dan bebas dari praktik percaloan maupun pungutan liar (pungli).
Kasat Lantas Polres Garut, AKP Lucky Martono, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menggunakan jasa calo dalam proses pengurusan SIM, baik SIM A maupun SIM C.
“Pemohon cukup datang langsung ke Satpas sesuai domisili atau lokasi terdekat. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga ujian, dilakukan secara resmi dan transparan,” ujar AKP Lucky.

Ia menjelaskan, proses pembuatan SIM tidak instan karena harus melalui beberapa tahapan, yakni pendaftaran, ujian teori, dan ujian praktik. Jika seluruh tahapan dilalui dengan baik, SIM dapat diterbitkan pada hari yang sama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh biaya telah diatur sesuai ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020.
Adapun tarif resmi pembuatan SIM baru adalah:
SIM A: Rp120.000
SIM C: Rp100.000
Biaya tersebut belum termasuk tes kesehatan, tes psikologi, dan asuransi yang besarannya dapat berbeda di tiap lokasi.
“Kami mendapat arahan tegas dari pimpinan untuk menindak siapa pun yang terlibat dalam praktik percaloan.
Tidak ada toleransi terhadap pungli dalam pelayanan SIM,” tegasnya.
AKP Lucky juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan melayani pemohon yang menggunakan jasa calo.
“Harus datang langsung. Kami pastikan pelayanan terbaik tanpa biaya tambahan di luar ketentuan,” tambahnya.
Di sisi lain, pihaknya menyayangkan adanya pemberitaan miring terkait pelayanan di Satpas Polres Garut yang dinilai tidak melalui proses konfirmasi.
“Seharusnya wartawan memahami Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pemberitaan harus berimbang atau cover both sides,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya tetap terbuka dan menjalin kemitraan dengan insan pers, namun mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami menghargai kerja sama dengan media, tetapi tentu harus profesional dan berintegritas,” pungkasnya.
Report: Jp
