
Jakarta, perisaihukum.com
Gereja Santo Gabriel Pulogebang Jalan Pulo Gebang Indah 2 No.1-2 Blok J6, RT.4/RW.11, Pulo Gebang, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur menggelar Misa Kamis Putih sebagai bagian dari rangkaian Pekan Suci menjelang Hari Raya Paskah, Kamis (02/04/2026)
Perayaan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pertobatan untuk Merawat Bumi Rumah Kita Bersama.”
Misa Kamis Putih yang merupakan peringatan Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya, menjadi momentum refleksi bagi umat untuk memperdalam iman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Dalam homili yangU disampaikan, umat diajak untuk memaknai pertobatan tidak hanya secara spiritual, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian bumi

Hal ini sejalan dengan panggilan moral untuk merawat ciptaan sebagai rumah bersama.
Prosesi pembasuhan kaki turut mewarnai perayaan, melambangkan kerendahan hati dan semangat pelayanan, sebagaimana teladan yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya.
Umat yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian misa dengan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan dan refleksi diri dalam menyambut Paskah.
Melalui tema yang diangkat, Gereja Santo Gabriel Pulogebang berharap umat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari wujud iman dan pertobatan yang nyata.
Dalam perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Santo Gabriel Pulogebang, Romo Wisnu menyampaikan khotbah yang menekankan makna pertobatan yang lebih luas, tidak hanya menyangkut relasi manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama dan alam ciptaan.
Romo Wisnu mengajak umat untuk meneladani Yesus Kristus yang menunjukkan kasih dan kerendahan hati melalui tindakan nyata, salah satunya dalam peristiwa pembasuhan kaki para murid.
Menurutnya, semangat melayani dan merendahkan hati inilah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia menyoroti tema yang diangkat, yakni “Pertobatan untuk Merawat Bumi Rumah Kita Bersama.” Umat diajak untuk menyadari bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab iman. “Pertobatan sejati tidak hanya berhenti pada doa dan penyesalan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjaga bumi yang kita tempati bersama,” ungkapnya.
Romo Wisnu juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini merupakan panggilan bagi manusia untuk berubah.
Dengan hidup sederhana, mengurangi sampah, dan lebih peduli terhadap alam, umat dapat ambil bagian dalam merawat ciptaan Tuhan.
Di akhir khotbahnya, ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan momen Kamis Putih sebagai titik awal pembaruan diri, agar semakin mampu mengasihi, melayani, dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Misa I : 17.00 s/d 18.00wib
Pemimpin Misa 1: Romo Wisnu
Estimasi massa : -+ 2000 orang.
Jumlah personil :
-Babinsa. : 2
-Kantibmas. : 12
-Ormas PP. : 2
-Ormas FBR : 5
-Polsek : 2
-Pemadam . : 3
-FKDM. : 2
-Jalak. : 2
Report, Jp
