
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dengan kegiatan Doa Kebangsaan Lintas Agama, Selasa (4/8). Berpusat di Aula Jusuf Adiwiyata, Gedung Kemenimipas, Jakarta, kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya berbagai rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan di lingkungan Kemenimipas.
Doa kebangsaan lintas agama dipimpin oleh enam pemuka agama, yaitu Prof. Dr. KH. Hassani Ahmad Said, M.A. dari agama Islam; Pdt. Bartolomeus Karel, S.Th. dari agama Kristen; Prodiakon Pancracius, Sp.M. dari agama Katolik; Pinandita Madeyawanita, S.Ag., M.M. dari agama Hindu; Upah Sakaria, S.Ag. dari agama Buddha; serta Js. Ruysya Supit, S.I.Kom. dari agama Khonghucu.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Sekjen Kemenimipas), Asep Kurnia, menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan yang diawali dengan doa merupakan ikhtiar bersama untuk memohon persatuan, kedamaian, dan kekuatan bagi bangsa Indonesia dalam melanjutkan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Doa lintas agama hari ini adalah pesan nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa, dan kerukunan adalah napas yang menyatukan setiap doa serta harapan kita di bawah satu langit Ibu Pertiwi. Perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan rajutan kokoh yang melahirkan persaudaraan, toleransi, dan optimisme,” ujar Asep Kurnia.
Menurut Asep, tema HUT ke-81 Republik Indonesia, yaitu “Indonesia Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” memiliki relevansi yang erat dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kemenimipas. Indonesia yang berdaulat, kata dia, diwujudkan melalui pengawalan pintu gerbang negara secara profesional serta penegakan hukum keimigrasian dengan tetap mendukung iklim investasi dan mobilitas global yang aman.
Sementara itu, Indonesia yang adil diwujudkan melalui penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia, pembinaan, serta reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemenimipas turut menyampaikan sejumlah capaian Kemenimipas sepanjang Semester I Tahun 2026. Di bidang keimigrasian, Kemenimipas telah melaksanakan 361 operasi pengawasan keimigrasian dan melayani sebanyak 25,9 juta perlintasan internasional. Dari sektor tersebut, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp5,82 triliun atau 68,33 persen dari target PNBP tahun 2026.
Sementara di bidang pemasyarakatan, sebanyak 11.926 Warga Binaan telah memperoleh program pendidikan, baik melalui pendidikan kesetaraan maupun pendidikan nonformal. Kemenimipas juga memberikan berbagai pelatihan keterampilan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai upaya membekali Warga Binaan dengan kompetensi yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk kembali dan berdaya di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan bahwa kontribusi Kemenimipas juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Asta Cita Presiden. Salah satunya melalui program ketahanan pangan yang dilaksanakan di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Kementerian Imipas secara khusus juga telah mengambil peran penting dalam mendukung Asta Cita Presiden melalui program ketahanan pangan di berbagai UPT Imigrasi dan UPT Pemasyarakatan, serta pelaksanaan berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, di antaranya layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan program bedah rumah terhadap 92 rumah di 101 satuan kerja pemasyarakatan yang melibatkan 213 Warga Binaan,” jelas Asep.
Sebelumnya, Ketua Panitia Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kemenimipas, Iwan Santoso, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan juga diisi dengan berbagai kegiatan bakti sosial.
Kegiatan tersebut antara lain meliputi screening dan operasi katarak bagi Warga Binaan, keluarga Warga Binaan, pegawai, serta masyarakat umum, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, rangkaian Semarak Kemerdekaan juga akan diisi dengan Fun Walk, layanan paspor, aksi bersih di Taman Makam Pahlawan, pemberian bantuan sosial, donor darah, hingga berbagai perlombaan tradisional.
Iwan menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk semangat kebersamaan sekaligus wujud nyata kontribusi Kemenimipas dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai penutup seluruh rangkaian Semarak Kemerdekaan, puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kemenimipas akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026. Puncak peringatan tersebut akan diisi dengan Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Umum bagi Warga Binaan dan Anak Binaan, baik di tingkat pusat, wilayah, maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan persatuan dan kerukunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan maju.
