
Jakarta, perisaihkum.com
Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menegaskan peran strategisnya sebagai wadah cendekiawan dengan memperkuat kolaborasi lintas agama dan konsolidasi organisasi dalam lima tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PIKI, Badikenita Putri Sitepu, dalam konferensi pers menjelang Kongres VII PIKI di Hotel Gran Melia Jakarta, Selasa (28/4/2026).
“Selama lima tahun terakhir, PIKI активно membangun kerja sama dengan berbagai lembaga intelektual lintas agama. Ini tercermin dari keterlibatan mereka dalam Dies Natalis, pelatihan, hingga refleksi awal tahun,” ujar Badikenita.

Tak hanya memperluas jejaring, PIKI juga melakukan pembenahan internal melalui restrukturisasi organisasi dan revisi AD/ART yang telah dimulai sejak Kongres V di bawah kepemimpinan Bakti Nendra Prawiro.
Langkah konsolidasi tersebut kini berlanjut dengan pembentukan dan penguatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di berbagai provinsi.
“Pelantikan pengurus DPD dan DPC bahkan dilakukan di kantor pemerintahan daerah. Ini menunjukkan pengakuan terhadap legitimasi PIKI sebagai wadah inteligensia Kristen,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan organisasi tidak hanya menitikberatkan pada jumlah kepengurusan, tetapi juga kualitas. Seluruh pengurus daerah yang dilantik telah terdaftar resmi di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Badikenita juga menekankan bahwa perjalanan PIKI merupakan satu kesatuan berkelanjutan sejak 2015 hingga 2026.
“PIKI harus dilihat sebagai satu napas panjang dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PIKI, Audy Wuisang, mengungkapkan perkembangan signifikan struktur organisasi. Saat ini, PIKI telah memiliki 29 DPD definitif, meningkat dari sebelumnya 23 DPD definitif dan 7 caretaker.
“Per tahun lalu ada 27 DPD definitif. Dua wilayah masih stagnan, yakni Bangka Belitung dan Aceh. Selain itu, terdapat 87 DPC aktif sepanjang periode 2020–2026,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Kongres VII, Benyamin Patondok, memastikan persiapan acara telah hampir rampung.
“Kami sudah mencapai 99 persen kesiapan. Kongres akan berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Study Meeting berupa seminar kajian strategis pada Kamis pagi (30/4) di Lumire Hotel & Convention Center, sebelum dilanjutkan ke agenda utama di Hotel Gran Melia Jakarta.
Mengusung tema “Menyongsong Masa Depan yang Kokoh”, yang terinspirasi dari Amsal 23:18, Kongres VII PIKI diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus arah strategis organisasi dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.
Report, Jp
