
Bekasi, perisaihukum.com
Dugaan buruknya pelayanan dan malapraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, terus menuai sorotan. Sejumlah warga melaporkan telah menjadi korban, mulai dari dugaan pelecehan oleh oknum dokter, malapraktik pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga operasi tanpa persetujuan keluarga.
Laporan pengaduan telah diajukan ke Majelis Disiplin Profesi Kementerian Kesehatan RI dan sebagian kasus bahkan telah sampai ke kepolisian. Namun, alih-alih membaik, dugaan kelalaian terus terjadi dan menambah daftar panjang korban.

Kasus terbaru menimpa seorang warga Desa Jayalaksana bernama Didi, yang tinggal tepat di depan gedung RSUD Cabangbungin. Didi mengalami kecelakaan lalu lintas dan dibawa ke rumah sakit tersebut untuk mendapat penanganan. Namun, menurut keterangan orang tua korban berinisial MN, pelayanan yang diberikan justru sangat tidak memadai.
”Kaki anak saya luka, tapi tidak ditangani serius. Tidak diinfus, tidak dijahit, hanya dibebat perban. Katanya kamar penuh, tapi keluarga saya lihat sendiri masih banyak kamar kosong,” ungkap MN kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025), dengan nada kecewa.
MN mengungkapkan bahwa karena pelayanan yang buruk, keluarganya memutuskan membawa Didi ke pengobatan tradisional di wilayah Kecamatan Sukatani. Di sana, luka Didi dibuka dan terlihat membusuk akibat tidak dibersihkan saat dirawat di RSUD Cabangbungin.
”Setelah kami bawa ke pengobatan tradisional, ternyata lukanya tidak pernah dibersihkan. Sekarang kaki anak saya malah bengkak dan membusuk. Ini sungguh keterlaluan, kami sekeluarga sangat kecewa,” tegasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Jayalaksana, Irwansyah, menyatakan keprihatinan sekaligus kemarahannya atas kondisi pelayanan RSUD Cabangbungin yang dinilainya semakin buruk.
”Kami sudah sangat muak. Ini bukan kejadian pertama. Banyak warga yang jadi korban. Kami bersama para kepala desa se-Kecamatan Cabangbungin mendesak Bupati Bekasi segera mengevaluasi dan mencopot Direktur RSUD beserta jajaran manajemennya,” ujar Irwansyah.
Menurutnya, jika situasi ini dibiarkan, maka potensi jatuhnya korban akan terus berlanjut. Ia juga mengaku sudah menjenguk langsung kondisi Didi dan melihat langsung dampak dari buruknya pelayanan medis tersebut.
”Surat resmi dari kami sudah diajukan ke Bupati Bekasi agar segera ada pergantian pimpinan RSUD. Ini sudah sangat darurat dan membuat gaduh masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, sebelumnya seluruh kepala desa se-Kecamatan Cabangbungin telah membuat surat resmi kepada Bupati Bekasi berdasarkan banyaknya aduan masyarakat terkait layanan RSUD Cabangbungin.
Mereka menilai sudah waktunya dilakukan evaluasi total terhadap manajemen rumah sakit tersebut demi keselamatan dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
reporter, saimbar