
JAKARTA, perisaihukum.com
Suasana kekeluargaan dan semangat berbagi terasa kuat dalam acara Halal Bihalal PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) yang digelar dalam rangka merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah. Bertempat di Jakarta, kegiatan ini menjadi momen penting yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan manajemen, tetapi juga menjadi ajang kepedulian sosial dengan menyantuni 20 anak yatim-piatu dari wilayah sekitar.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus hangat ini dihadiri langsung oleh Presiden Direktur JNE, Mohammad Feriadi Soeprapto, yang menyampaikan sambutan penuh makna. Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan JNE selama lebih dari tiga dekade tak lepas dari nilai-nilai spiritual, doa, dan keberkahan yang terus dijaga sejak perusahaan didirikan oleh sang ayah, almarhum Soeprapto Soeparno, pada 26 November 1990.

“Kami menjalani Ramadan sebagai masa pembelajaran spiritual dan kedisiplinan. Halal Bihalal ini bukan hanya tentang maaf-memaafkan, tapi juga saatnya kita melanjutkan semangat Ramadan untuk memperkuat empati dan kepedulian. JNE tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan pengiriman, tetapi juga sebagai perusahaan yang membawa keberkahan bagi sebanyak mungkin orang,” ujar Feriadi dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa JNE selalu berupaya menjadikan setiap momentum keagamaan sebagai kesempatan untuk berbagi. Santunan kepada anak yatim telah menjadi tradisi rutin yang melekat dalam setiap kegiatan besar perusahaan.
“Kami ingin menjadi perusahaan yang tidak hanya besar secara bisnis, tetapi juga besar dalam memberi manfaat. Keuntungan bukanlah tujuan utama kami. Yang kami kejar adalah keberkahan, karena tanpa itu, hidup tidak tenang, tidur pun tidak nyenyak,” tambahnya dengan penuh semangat.
Dalam acara tersebut, 20 anak yatim-piatu tampak bahagia menerima bingkisan dan santunan secara langsung dari direksi dan perwakilan karyawan JNE. Suasana haru pun menyelimuti ruangan saat doa bersama dipanjatkan untuk mendoakan keberkahan perusahaan serta kebaikan bagi seluruh umat.
Menambah kekhusyukan acara, JNE juga menghadirkan KH Taufiqurrahman SQ, pendakwah asal Betawi yang dikenal luas sebagai “Ustaz Pantun”. Dengan gaya khasnya yang ringan namun penuh makna, Ustaz Taufiqurrahman mengajak seluruh karyawan JNE untuk menjaga nilai ibadah Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja.
“Kalau ingin kerja kita penuh berkah, maka jangan hanya fokus pada gaji. Niatkan bekerja untuk ibadah, layani pelanggan dengan jujur, dan bantu sesama. Itu baru namanya kerja yang membawa pahala,” ucapnya sambil menyelipkan pantun yang mengundang tawa:
“Ke pasar beli petai, jangan lupa beli jengkol.
Kalau kerja penuh niat baik, rezeki datang dari segala arah dan tak pernah bengkok.”
Pantun demi pantun terus mengalir dalam tausiyah yang hangat dan inspiratif, membuat suasana Halal Bihalal semakin hidup dan tak terlupakan.
Acara ini menjadi cerminan kuat bagaimana JNE menjunjung tinggi filosofi “Connecting Happiness” tidak hanya dalam urusan logistik, tetapi juga dalam urusan kemanusiaan. Kepedulian sosial yang konsisten diharapkan dapat menjadi teladan bagi dunia usaha lainnya bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan perusahaan.
Melalui kegiatan seperti ini, JNE membuktikan bahwa mereka bukan sekadar mengantar paket, tetapi juga membawa harapan dan kebahagiaan bagi banyak orang, terutama mereka yang membutuhkan.
(Bang zeck)