
Jakarta — Sukma Wijaya Hasibuan, Ketua Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara Jakarta dan Sekitarnya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPR RI yang mempertimbangkan usulan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pelarangan vape. Ia menilai kebijakan tersebut bukan sekadar regulasi, melainkan wujud tanggung jawab moral dan langkah strategis dalam menjaga arah masa depan generasi muda Indonesia.
Menurut Sukma, perkembangan vape saat ini telah melampaui fungsi awalnya sebagai alternatif rokok. Di balik tampilannya yang modern, tersimpan potensi penyalahgunaan yang kian mengkhawatirkan, di mana vape kerap dijadikan media konsumsi zat berbahaya, termasuk narkotika jenis baru yang semakin sulit terdeteksi.
“Fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Ketika sesuatu yang tampak sederhana justru menyimpan ancaman besar, maka di situlah kebijaksanaan dan ketegasan harus dihadirkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa generasi muda adalah harapan bangsa yang harus dijaga dengan kesungguhan, bukan dibiarkan menghadapi risiko yang terus berkembang tanpa arah dan perlindungan. Maraknya praktik kamuflase penggunaan vape sebagai sarana konsumsi narkotika menjadi sinyal kuat bahwa negara dan seluruh elemen masyarakat perlu bertindak lebih cepat, tegas, dan terarah.
Lebih lanjut, Sukma mendorong agar wacana pelarangan vape dapat dikaji secara komprehensif dan dimasukkan dalam kerangka regulasi nasional, termasuk dalam pembahasan undang-undang terkait narkotika. Langkah ini dinilai penting untuk mempersempit ruang penyalahgunaan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap generasi muda.
Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan sejak dini jauh lebih bijak dibandingkan penanganan dampak di kemudian hari. Menurutnya, menjaga generasi bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang memastikan bangsa tetap memiliki masa depan yang sehat, kuat, dan bermartabat.
“Ini bukan semata soal pelarangan, tetapi tentang menjaga masa depan bangsa agar tetap sehat, produktif, dan berdaya saing. Karena masa depan tidak dibangun dari kelalaian, melainkan dari keberanian untuk menjaga sejak dini,” tutupnya.
