
Bekasi Persisaihukum.com
Intensitas hujan yang tinggi kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Banjir tak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga berdampak serius pada sektor pendidikan. SD Negeri Jayalaksana 01 di Kecamatan Cabangbungin terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka setelah sekolah tersebut terendam banjir selama lebih dari sepekan.
Pantauan media di lokasi menunjukkan kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Genangan air setinggi lutut orang dewasa menguasai halaman sekolah hingga masuk ke ruang kelas dan ruang guru. Air bahkan menggenangi area sekolah dengan jarak mencapai sekitar 50 meter dari titik terluar, membuat seluruh aktivitas pendidikan lumpuh total.
Pihak sekolah saat ini memprioritaskan pengamanan aset dan dokumen penting agar tidak rusak akibat terendam air.
Kepala SDN Jayalaksana 01, Wuwun Rustandi, mengungkapkan bahwa hingga kini air belum juga surut, terutama di lingkungan permukiman sekitar sekolah.
“Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Air masih tinggi dan belum surut. Dokumen-dokumen penting sudah kami amankan ke tempat yang lebih tinggi, karena kemarin air sempat kembali naik,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Akibat akses menuju sekolah yang terendam banjir, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring demi keselamatan peserta didik.
“Untuk sementara siswa belajar dari rumah melalui sistem daring. Guru tetap memberikan tugas dan materi pembelajaran agar proses belajar tidak terhenti sepenuhnya,” kata Wuwun.
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur sekolah yang berada di wilayah rawan banjir.
“Harapan kami, sekolah yang sering terdampak banjir ini bisa mendapatkan bantuan infrastruktur, khususnya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Sekolah ini sangat dekat dengan kali mati, sehingga setiap musim hujan selalu terdampak. Ini penting agar kegiatan belajar mengajar tidak terus-menerus terganggu,” pungkasnya.
Reporter, saimbar
